Apa
Itu Internet of Things(IoT)?
Internet
Of Things atau
yang biasa disebut dengan IoT semakin
berkembang pada saat ini. Teknologi IoT adalah konsep yang
mampu mentransfer data tanpa perlu terhubung dengan manusia langsung, melainkan
internet sebagai medianya transmisinya. Sederhananya manusia tidak perlu
mengontrol benda/perangkat IoT tersebut secara
langsung. Melainkan manusia bisa mengontrol benda tersebut dari jarak jauh.
Konsep IoT ini
akan sangat mendorong perkembangan big data dan penggunaan data center di
Indonesia.
Cara
Kerja Internet of Things (IoT)?
Konsep IoT ini
sebetulnya cukup sederhana dengan cara kerja mengacu pada 3 elemen utama pada
arsitektur IoT, seperti berikut:
- Barang
Fisik yang dilengkapi modul IoT
- Perangkat
Koneksi ke Internet seperti Modem dan Router Wirless Speedy seperti di
rumah anda
- Cloud
Data Center tempat
untuk menyimpan aplikasi beserta data base
Seluruh
penggunaan barang yang terhubung ke internet akan menyimpan sebuah data, data
tersebut terkumpul sebagai 'big data' yang
kemudian dapat diolah untuk dianalisa oleh pemerintah, perusahaan, maupun
negara asing untuk kemudian di manfaatkan bagi kepentingan masing-masing dan
maupun bersama.
Unsur-unsur
Pembentuk IoT
Ada beberapa
unsur pembentuk IoT yang mendasar termasuk kecerdasan buatan,
konektivitas, sensor, keterlibatan aktif, serta pemakaian perangkat berukuran
kecil. Berikut, contoh unsur pembentuk:
- Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) − IoT membuat hampir semua mesin yang ada menjadi "Smart". Ini berarti IoT bisa meningkatkan segala aspek kehidupan kita dengan pengembangan teknologi yang didasarkan pada AI. Jadi, pengembangan teknologi yang ada dilakukan dengan pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan jaringan yang tersedia. Contohnya bisa jadi mesin yang tergolong sederhana semacam meningkatkan/mengembangkan lemari es/kulkas Anda sehingga bisa mendeteksi jika stok susu dan sereal favorit Anda sudah hampir habis, bahkan bisa juga membuat pesanan ke supermarket secara otomatis jika stok mau habis. Penerapan kecerdasan buatan ini memang sangatlah menarik.
- Konektivitas − Dalam IoT,
ada kemungkinan untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan
khusus IoT. Jadi, jaringan ini tak lagi terikat hanya dengan
penyedia utamanya saja. Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal,
bisa tersedia pada skala yang jauh lebih kecil dan lebih murah. IoT bisa
menciptakan jaringan kecil tersebut di antara perangkat sistem.
- Sensor − Sensor ini merupakan
pembeda yang membuat IoT unik dibanding mesin canggih
lainnya. Sensor ini mampu mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari
jaringan standar dan cenderung pasif dalam perangkat, hingga menjadi suatu
sistem aktif yang sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari kita.
- Keterlibatan
Aktif (Active Engagement) − Engangement yang sering
diterapkan teknologi umumnya yang termasuk pasif. IoT ini
mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif, produk, maupun
keterlibatan layanan.
- Perangkat
Berukuran Kecil −
Perangkat, seperti yang diperkirakan para pakar teknologi, memang menjadi
semakin kecil, makin murah, dan lebih kuat dari masa ke masa. IoT memanfaatkan
perangkat-perangkat kecil yang dibuat khusus ini agar menghasilkan
ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitas yang baik.